Ulasan Karya Ilmiah II
Judul
Sistem Informasi Pemetaan Profil Kriminalitas Berbasis Web (Studi Kasus: Kejahatan Konvensional Kota Bogor)
Penulis
Riza Muhammad Nurman
Tahun
2007
Link
http://iirc.ipb.ac.id/jspui/handle/123456789/14475Hasil Ulasan
Karya ilmiah berjudul “Sistem Informasi Pemetaan Profil Kriminalitas Berbasis Web (Studi Kasus: Kejahatan Konvensional Kota Bogor)” yang ditulis oleh Riza Muhammad Nurman ini membahas mengenai pembangunan suatu sistem yang dapat membantu pihak kepolisian dalam membandingkan kerawanan kejahatan antar daerah. Dengan menggunakan sistem ini, diharapkan dapat memudahkan pengguna (kepolisian) untuk menyimpan dan mengolah data serta memperoleh informasi secara tepat dan akurat mengenai banyaknya kejahatan yang terjadi di berbagai tempat dan waktu kejadian yang berbeda-beda sehingga mampu menentukan daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan kejahatan yang tinggi.
Metode pengembangan sistem pada penelitian ini menggunakan prototipe Jenis I. Pengembangan prototipe Jenis I digunakan karena masalah yang diambil tidak terstruktur dengan baik serta persyaratan data yang tidak menentu. Menurut McLeod (2001) terdapat dua jenis prototipe. Prototipe Jenis I merupakan suatu model yang akan berkembang menjadi sistem operasional. Prototipe Jenis II merupakan suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional. Pendekatan pada prototipe Jenis I hanya mungkin jika peralatan prototyping memungkinkan prototipe memuat semua elemen penting dari sistem baru. Sedangkan pendekatan prototipe Jenis II dilakukan jika prototipe tersebut hanya dimaksudkan untuk tampilan seperti sistem operasional dan tidak dimaksudkan untuk memuat semua elemen penting.
Penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu mengembangkan suatu sistem informasi yang mampu menampilkan peta (berbasis sistem informasi geogragis (SIG)) serta memetakan jumlah kejahatan yang terjadi di dalam peta tersebut dalam bentuk visualisasi warna yang beragam. Pewarnaan pada masing-masing daerah dikelompokkan dan diambil berdasarkan ciri-ciri tertentu sehingga output yang dihasilkan diharapkan akan memudahkan pengguna dalam membedakan tingkat kerawanan antara daerah satu dan lainnya. Sistem ini juga mampu menampilkan grafik dan perhitungan jumlah tindak pidana yang terjadi berikut penyelesaiannya berdasarkan bulan dan tahun. Dengan menggunakan tampilan visual peta dan grafik, diharapkan sistem akan membantu memudahkan pihak kepolisian dalam menganalisa tingkat kerawanan setiap kecamatan, kelurahan, jenis kejahatan, pola waktu kejadian pada setiap bulan dan tahunnya, serta mengolah data kriminalitas yang terbaru dan aktual.
Data yang akurat sangat diperlukan dalam pembangunan sistem ini, karena representasi visual yang dirancang tidak akan muncul apabila tidak tersedia data yang akurat dan memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama yang baik dari pihak kepolisian untuk membantu menyediakan data.